Memang, kalo dah berurusan dengan yang namanya virus, siapapun akan jengkel dibuatnya. Flash Disk adalah salah satu media perantara yang digunakan si virus untuk mengembangkan dirinya. Yaitu melalui file yang bernama autorun.inf. dengan file tersebut, virus akan dijalankan ketika flash di dicolokkan kedalam komputer dan akhir virus berkembang biak layaknya ayam, yang bisa nelor dimana2.
Nah, dengan stetmen di atas, kita dapat menghentikan langkah penyebaran virus melalui flash disk. Ada beberapa cara untuk menghentikan kerja virus pada saat autorun, salah satunya adalah men-disable-kan setingan autorun di komputer. Berikut salah satu langkahnya :
1. Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
2. Cari Lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
3. Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
4. Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
5. Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
6. Restart Komputer
Namun dengan menggunakan cara diatas, perkembang biakan virus tidaklah berhenti hanya sampai disitu. Coba saya beri contoh, misalnya kalau flash disk kita sudah terinfeksi virus, dan secara tidak sengaja kita meng-click virus yang ada didalam flash disk kita, akibatnya komputer kita tetap terjangkit virus meskipun autorun sudah di disable (dimatikan).
Maka tidak ada salahnya kita mencoba cara yang kedua, yaitu mencegah virus mengopykan file jahatnya untuk masuk kedalah flash disk kita. Langkahnya sederhana dan cukup singkat.
1. Buat folder bernama “autorun.inf” di flash disk, kemudian ubah statusnya melalui properties folder tersebut menjadi read only, atau kalo mau lebih ampuh ubahlah menjadi file system. (untuk nomor dua, aku pernah baca seperti itu, tapi penjelasan detailnya aku kurang tau)
2. Sebenarnya langkah diatas sudah cukup, namun kalau ingin lebih ampuh, didalam folder autorun.inf diatas, kita buat file baru bernama NiHauMa atau file apapun yang merupakan Chainis code, karena virus yang menggunakan vbscript tidak mengenali chainis code.
Dan apabila langkah diatas kurang ampuh, kita dapat mendownload program pembuat autorun.inf yang sudah teruji. Ni saya kasih namanya aja ya. Flash Disinfector, ya itu namanya. Flash Disinfector adalah program kecil yang berfungsi untuk menghapus virus “autorun.inf” yang banyak menginfeksi flash disk di Indonesia bahkan di dunia. Cara kerjanya program ini adalah mengganti file “autorun.inf” yang ada di flash disk dengan folder “autorun.inf” yang dibuat oleh Flash Disinfector. Kemudian file “autorun.inf” akan diproteksi oleh Flash Disinfector sehingga virus tidak akan bisa mendelete atau mengganti file tersebut.
Folder “autorun.inf” yang dibuat Flash Disinfector di-hidden dan di-proteksi sehingga tidak bisa dihapus oleh virus maupun oleh orang lain, karena dianggap sebagai sistem file oleh Windows. Folder “autorun.inf” ini juga dibuat di setiap “root” harddisk komputer netter oleh Flash Disinfector. Mau? Sebenernya mau tak sertakan juga, tapi koneksinya lambat, jadi temen-temen bisa nyari digugel. Selamat bergugling ria…

24 Februari 2009 pukul 14:00
waduh, sayang kalo virus berhenti nyebar, ntar pendapatan teknisi menurun. baiknya kita berpartisipasi nyebarin aja biar roda perekonomian bisa berputar wakakaka….hidup virus !!!!